STATISTIK PENGUNJUNG
  Hari ini
:
1
  Kemarin
:
1
  Bulan ini
:
4
  Tahun ini
:
15014
  Total
:
5654035
  Alumni
:
24129
  Hits Count
:
611
  Now Online
:
1
Ketua MK: Jangan Pandang Sebelah Mata Guru PKn
Diunggah pada : monday , 20 Jul 2020 17:25

Ketua MK Arief Hidayat resmi menutup Anugerah Konstitusi bagi Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2016, Kamis (27/10) di Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi, Bogor. Dalam pidatonya, Arief menyebut masa depan bangsa berada di tangan guru PKn. Sebab sepak terjang para guru akan berpengaruh pada karakteristik masyarakat di masa depan.

"Pengajaran mereka pada anak didik disitulah kuncinya," ujar Arief di hadapan 36 para guru PKn finalis Anugerah Konstitusi 2016.

Karena itu, lanjut Arief, guru PKn tak boleh dipandang sebelah mata. Mereka mesti didukung secara maksimal serta diapresiasi secara layak. Melalui Anugerah Konstitusi, MK ingin berperan dalam membantu dan mengapresiasi guru PKn di Indonesia.

"Harapan saya acara ini dapat meningkatkan pemahaman berkonstitusi guru PKn. Selain itu perlombaan makalah juga dapat meningkatkan kualitas intelektual mereka," jelasnya.

Arief menyebut acara Anugerah Konstitusi sejalan dengan visi misi presiden dalam meningkatkan character building bangsa Indonesia. Maju tidaknya suatu negara, menurut Arief, sangat tergantung pada karakter masyarakatnya. “Di sinilah peran guru PKn menjadi ujung tombaknya,” tegasnya.

Terpilih menjadi juara dalam Anugerah Konstitusi bagi Guru PKn 2016, Guru SDN 01 Bulung Kulon, Nurhadi untuk Tingkat SD, Aitin Sumartini, Guru SMP 5 Tasikmalaya untuk Tingkat SMP, dan  Guru SMAN 1 Subah Sugito untuk Tingkat SMA.

Dalam penutupan tersebut, hadir Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams dan Patrialis Akbar. Hadir pula Sekretaris Jenderal MK M. Guntur Hamzah, Panitera MK Kasianur Sidauruk. Para pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag) pun turut hadir. Di antaranya, Sekjen Kemendikbud Dikdik Suhadi dan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Phil Kamaruddin Amin.

Pada acara tersebut, MK dan Kemendikbud diwakili sekjen masing-masing lembaga juga menandatangani nota kesepahaman terkait penguatan kerjasama di bidang pendidikan konstitusi. (ars/lul)